Thursday, April 6, 2017

Peran SSID, Mac Address filtering, WEP dan WPA Untuk Maksimalkan Keamanan Wifi

Keamanan pada jaringan wireless sangat perlu, terlebih untuk membuat nyaman penggunanya. Perlu kita ketahui bahwa SSID, Mac Address Filtering, WEP, dan WPA bukanlah fitur yang biasa atau tidak memiliki arti apa-apa bagi jaringan wireless. Tetapi kombinasi dari keempatnya bisa memaksimalkan sistem keamanan jaringan wireless.
Fitur keempatnya ini memiliki fungsi yang berbeda-beda, dan tentunya berguna untuk sistem keamanan jaringan wireless. Lalu, apa saja fungsi dari SSID, Mac address filtering, WEP dan WPA? Berikut adalah penjelasannya.
Peran SSID, Mac Address filtering, WEP DAN WPA Untuk Maksimalkan Keamanan Wifi

1. SSID

SSID merupakan sistem identifikasi yang dibuat untuk disebarkan oleh akses point kepada klien sebagai tanda pengenal Access point tersebut.
Tujuan penggunaan SSID ini adalah agar semua wireless klien yang menagkap sinyal-nya dapat mengenali access point tersebut secara otomatis. Koneksi kedua bisa terjadi setelah identitas dari access point dapat dikenali oleh wireless klien.
SSID disebarkan secara broadcast, itu artinya setiap wireless klien yang dapat menangkap sinyal radio access point, maka klien tersebut juga dapat mengenali SSID access point.
SSID tidak selalu disebar secara broadcast, dengan kata lain Adminstrator dapat menonaktifkan mode broadcast. Pada kondisi ini, cara manual adalah satu-satunya cara agar wireless klien dapat terhubung dengan access point.
Pada  mode broadcasat yang disable ini, SSID access point tidak akan bisa dikenali oleh wireless klien meskipun klien tersebut dapat menangkap sinyal radio frekuensi dari access point. Menonaktifkan mode broadcast SSID ini adalah salah satu upaya pengamanan jaringan wireless.
Jadi tidak sembarang pengguna dapat terhubung ke dalam jaringan wireless. Hanya pengguna yang mendapatkan izin dari sang admin yang dapat tergabung ke dalam jaringan, karena mereka pasti diberitahu SSID access point tersebut.

2. Mac Address Filtering

Mac address pasti dimiliki oleh setiap Network adapter baik adapter via kabel maupun tanpa kabel. Ketika wireless klien terhubung dengan access point, maka mac address akan terdaftar secara otomatis pada Access point tersebut.
Pada access point inilah sang admin bisa memblok mac address yang bukan merupakan anggota pada jaringannya. Memblok Mac Address juga merupakan bagian dari pengoptimalan dari sistem keamanan jaringan.

3. WEP dan WPA

WEP yang merupakan kependekan dari Wired Equivalency Privacy adalah sistem keamanan dengan metode autentifikasi wireless klien terhadap AP. Untuk terhubung dengan access point, wireless klien haraus memasukan password yang terkonfigurasi pada access point. Jika password yang dimasukan cocok, maka wireless klien akan diberikan izin koneksi. Jika tidak cocok, izin tidak akan didapat dan tidak akan terjadi sambungan.
Karena mudah ditembus, kini WEP dianggap sudah tidak aman lagi untuk jaringan wireless. Hal ini adalah salah satu faktor dikembangkannya fitu WPA atau Wi-fi Protected Access. WPA terbagi atas WPA dan WPA2 yang merupakan penyempurnaan dari WEP. WEP dan WPA ini murni merupakan sistem pangamanan pada jaringan wifi.

Maka dari itu, menerapkan fitur WPA dan WPA2 untuk keamanan jaringan sangat direkomendasikan agar terhindar dari pengguna asing.
Jadi, kesimpulannya adalah fungsi utama SSID bukanlah untuk keamanan jaringan, tetpai penerapan yang tepat, dapat memaksimalkan pengamanan jaringan. Untuk sistem autentifikasi sendiri sangat disarankan menggunakan fitur WPA dan WPA2.

Penjelasan Tentang Kode IEEE 802.11 a/b/g/n/ac Pada Perangkat Wireless LAN (Wi-fi)

Apa yang dimaksud dengan IEEE 802.11 a/b/g/n/ac?? Mungkin itulah pertanyaan yang sering muncul pada orang-orang awam seperti saya ketika melihat salah satu baris kode tersebut pada sebuah perangkat wireless wifi. Kode tersebut memiliki sebuah makna tersendiri, dan tidak sembarangan dicantumkan pada perangkat wireless.
IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineers) merupakan sebuah badan yang mengatur yang mengatur standarisasi dalam bidang teknologi informasi. Seperti data yang saya ambil dari Wikipedia, Dalam IEEE ada code tertentu untuk standarisasi dalam teknologi komunikasi:
  • 802.1: LAN/MAN Management and Media Access Control Bridges
  • 802.2: Logical Link Control (LLC)
  • 802.3: CSMA/CD (Standar untuk Ehernet Coaxial atau UTP)
  • 802.4: Token Bus
  • 802.5: Token Ring (bisa menggunakan kabel STP)
  • 802.6: Distributed Queue Dual Bus (DQDB) MAN
  • 802.7: Broadband LAN
  • 802.8: Fiber Optic LAN & MAN (Standar FDDI)
  • 802.9: Integrated Services LAN Interface (standar ISDN)
  • 802.10: LAN/MAN Security (untuk VPN)
  • 802.11: Wireless LAN (Wi-Fi)
  • 802.12: Demand Priority Access Method
  • 802.15: Wireless PAN (Personal Area Network) > IrDA dan Bluetooth
  • 802.16: Broadband Wireless Access (standar untuk WiMAX)

Dalam membangun jaringan wireless, salah satu hal paling dasar dan harus dipahami adalah menguasai spesifikasi dari peralatan Wifi yang hendak digunakan. Biasanya pada daftar spesifikasi dari peralatan wireless wifi akan tercantum kode IEEE 802.11 a/b/g/n/ac. Kelima kode huruf di belakang kode IEEE 802.11 tersebut menandakan spesifikasi yang berbeda-beda. Dan yang merupakan teknologi paling baru adalah IEEE 802.11 ac.

Sebenarnya apa sih makna dibalik kode IEEE 802.11a/b/g/n/ac itu? Berikut ini adalah beberapa informasi tekait kode IEEE 802.11 yang menjadi standarisasi perangkat wireless wifi.

IEEE 802.11 a/b/g/n/ac menyatakan generasi teknologi Wifi

Teknologi wireless wifi terus dikembangkan hingga sekarang. Kelima kode 802.11 menandakan bahwa teknologi wireless wifi ini sudah sampai pada generasi yang kelima. Berikut adalah urutan generasi teknologi wifi berdasarkan kode IEEE.
  1. IEEE 802.11b
  2. IEEE 802.11g
  3. IEEE 802.11a
  4. IEEE 802.11n
  5. IEEE 802.11ac
Jika pada daftar spesifikasi perangkat wireless Anda tertera kode IEEE 802.11ac, maka Anda sedang dihadapkan perangkat wireless wifi dengan generasi terbaru.  Sedangkan untuk kode IEEE 802.11 b/g itu berarti teknologi wifi yang digunakan pada perangkat wireless adalah yang pertama dan kedua. Meski menjadi yang terlama, namun masih saja banyak yang menggunakan perangkat wireless dengan kode tersebut. Nah yang menduduki urutan ketiga dan keempat adalah IEEE 802.11a dan IEEE 802.11n.

IEEE 802.11 a/b/g/n/ac menyatakan data rate sebuah wifi

Data rate sesungguhnya bukanlah kecepatan yang nyata, yang akan kita peroleh ketika kita melakukan transfer suatu data melalui media komunikasi. Tetapi data rate menggambarkan kemampuan sebuah media komunikasi untuk mengirimkan data melalu jalur komunikasi. Data rate ini sifatnya lebih haya teori saja. Dan pada kenyataannya, kemampuan transfer data dari sebuah perangkat telekomunikasi tidak pernah mencapai titik data rate yang tercantum, atau bia dibilang selalu lebih rendah.
Kode IEEE 802.11a/b/g/n/ac yang tertera pada spek wireless wifi juga menyatakan data rate yang berbeda-beda. Berikut adalah daftar data rate yang dimiliki oleh masing-masing kode IEEE 802.11:
  1. IEEE 802.11b memiliki data rate sebesar 11 Mbps
  2. IEEE 802.11g memiliki data rate sebesar 54 Mbps
  3. IEEE 802.11a memiliki data rate sebesar 54 Mbps
  4. IEEE 802.11n besar data ratenya lebih dari 100 Mbps sampai 500 Mbps
  5. IEEE 802.11ac memiliki data rate yang mencapai 1300 Mbps atau 1,3 Gbps
IEEE 802.11 a/b/g/n/ac menyatakan Frekuensi

Informasi penting lainnya terkait kode IEEE 802.11 pada perangkat wireless adalah frekuensi yang digunakan pada perangkat wireless itu sendiri. Ya, kode IEEE 802.11a/b/g/n/ac juga menunjukan frekuensi yang digunakan pada perangkat wireless wifi. Berikut adalah daftar frekuensi berdasarkan kode IEEE 802.11:
  1. IEEE 802.11 b maka  Frekuensi  yang digunakan adalah 2,4 GHz
  2. IEEE 802.11 g maka  Frekuensi  yang digunakan adalah 2,4 GHz
  3. IEEE 802.11 a maka  Frekuensi  yang digunakan adalah 5 GHz
  4. IEEE 802.11 n maka  Frekuensi  yang digunakan adalah 2,4 GHz dan 5 GHz
  5. IEEE 802.11 ac maka  Frekuensi  yang digunakan adalah 5 GHz
Jadi, kode IEEE 802.11a/b/g/n/ac lebih mengacu pada spesifikasi yang digunakan pada sebuah perangkat wireless wifi. Dengan memahami kode IEEE 802.11 yang tertera pada spesifikasi perangkat wireless wifi, kita bisa tahu generasi, data rate, hingga frekuensi yang digunakan pada perangkat tersebut.

6 Alasan Mengapa Penggunaan Wi-Fi Sangat Cocok Untuk Koneksi di Rumah Anda

6 Alasan Mengapa Penggunaan Wi-Fi Sangat Cocok Untuk Koneksi di Rumah Anda

Jaringan internet sekarang ini sangat diperlukan, bahkan untuk kawasan terkecil sekalipun, seperti DI rumahan. Ya, sekarang ini sudah banyak perangkat mobile yang digunakan oleh aggota keluarga, bahkan setiap orang dalam anggota keluarga bisa memiliki satu atau lebih perangkat mobile.
Nah, seperti yang sudah saya bilang, karena banyaknya perangkat mobile inilah, koneksi internet pastinya sangat diperlukan.
Bicara mengenai koneksi internet di rumah, lebih baik kamu mempunyai satu koneksi internet kemudian dibagikan melalui Wi-Fi agar setiap anggota keluarga bisa menikmati internet bersama. Hal ini lebih hemat daripada setiap perangkat harus tersambung ke internet dengan masing-masing satu koneksi.
Sebenarnya untuk membagi satu koneksi internet, tidak harus via Wi-Fi, kamu juga bisa menggunakan switch yang koneksinya via kabel. Tapi untuk kasus ini, saya lebih memilih Wi-Fi, mengapa? Yuk, simak beberapa alasannya. 

Alasan Menggunakan Wi-Fi di Rumah

1. Instalasi murah, mudah dan jangkauannya pas untuk di rumah

Untuk biaya instalasi, jaringan wireless ini termasuk murah loh. Perangkat yang dibutuhkan hanya Access Point sudah cukup. Dan perangkat access point pun sudah bisa terbeli dengan biaya tidak sampai 500rb. Selain murah, instalasinya sangat mudah dan pengerjaannya tidak memerlukan waktu yang sangat lama. Dan juga, instalasi pun terlihat lebih rapi jika dibandingkan koneksi kabel.
Mengenai jangkauan sinyal, saya rasa satu access point sudah cukup untuk menjangkau seluruh bagian rumah. Namun ada beberapa kondisi yang memungkinkan kamu untuk menambah satu perangkat AP, agar bisa maksimal.

2. Sudah banyak perangkat yang support Wi-Fi

Ya, seperti yang saya singgung di awal tadi, saat ini pengguna perangkat mobile di rumah saja sudah bisa dibilang banyak. Bukan tidak mungkin jika setiap anggota keluarga memiliki satu. Nah, menggunakan Wi-Fi sangat cocok, karena perangkat-perangkat mobile seperti laptop, smartphone, tablet, bahkan PC pun sudah bisa support Wi-Fi (dengan menambah adaptor lagi).

3. Kebutuhan mobilitas perangkat sangat tinggi

Jika pergerakanmu tidak ingin dibatasi dengan kabel (misalnya), kamu ingin lebih aktif lagi saat bermain gadget, jaringan Wi-Fi merupakan solusi yang kamu butuhkan. Penggunaan Wi-Fi sangat memungkinkan tingkat mobilitas penggunanya yang sangat tinggi. 

4. Sudah banyak yang meninggalkan koneksi kabel

Perangkat seperti smartphone, tablet, laptop, tidak memerlukan kabel untuk bisa saling bertukan data, karena pada dasarnya mereka sudah disupport dengan koneksi wireless. Bahkan sekarang, pengguna PC pun sudah mulai menggunakan Wi-Fi adapter agar bisa terkoneksi dengan Access Point.

5. Kebutuhan bandwith yang tidak terlalu besar

Sebenarnya, bila dibandingkan dengan jaringan kabel, jaringan Wi-Fi ini masih kalah dalam urusan bandwith. Tapi, mengingat area yang dijangkau hanya untuk di rumah saja, saya rasa kecilnya bandwith yang dimiliki Wi-Fi cukup untuk meng-cover pertukaran data antar penggunanya di rumah. Kamu bisa menggunakan Wi-Fi dengan infrastruktur 802.11ac, karena didukung dengan data rate mencapai 1GBps.

6. Penggunaan daya listrik cukup kecil

Kamu jangan khawatir dengan biaya listrik, karena rata-rata perangkat access point hanya membutuhkan tegangan DC 9 volt dan 0.85 A. Jadi, cukup hemat juga kan dari sisi penggunaan daya listrik?
Itulah beberapa alasan yang menunjukan seberapa cocoknya penggunaan Wi-Fi untuk area rumah. Jika kamu ingin mengetahui lebih banyak mengenai jaringan Wi-Fi, mungkin beberapa artikel di bawah ini sangat cocok untuk kamu.

Membuat Program Aplikasi Berjalan Otomatis Pada Saat Startup di Ubuntu

Membuat Program Aplikasi Berjalan Otomatis Pada Saat Startup di Ubuntu – Linux adalah sistem operasi yang open source atau terbuka artinya sistem operasi linux ini gratis, bebas dipakai siapapun tanpa harus memikirkan lisensi. Namun ada yang berbeda pada linux itu sendiri jika dibandingkan dengan windows, perbedaannya yaitu untuk menjalankan aplikasinya kita harus menggunakan perintah di terminal.

Membuat Program Aplikasi Berjalan Otomatis Pada Saat Startup di Ubuntu

Untuk aplikasi yang biasa dijalankan atau menjadi rutinitas, misalnya kita ambil contoh seorang web developer, pastinya developer web perlu menjalankan server dan database untuk melakukan proses developing websitenya, kita ambil contoh lagi aplikasinya XAMPP for Linux (LAMPP). Nah, lalu bagaimana cara agar aplikasi LAMPP itu berjalan pada saat startup ?
Untuk langkah – langkahnya bisa ada dua cara yaitu melalui konfigurasi di file /etc/rc.local dan melalui aplikasi bawaan ubuntuk yaitu startup applications.

 

Cara Pertama : Melalui Konfigurasi di File /etc/rc.local

Untuk menjalankan suatu aplikasi pada saat starup kita bisa menggunakan file /etc/rc.local. Kenapa kita menggunakan file ini ? yah, sebenarnya file ini adalah file yang terakhir dijalankan pada saat booting, dan perintah – perintah yang ada di dalamnya juga dieksekusi pada saat itu juga. Untuk mengedit file nya, ketik perintah :
$ sudo -i
# nano /etc/rc.local 
Lalu masukkan perintah untuk menjalankan aplikasi nya, misalkan kita ingin menjalankan lampp lewat terminal, maka perintah yang kita tulis di terminal adalah  /opt/lampp/lampp start. Nah, perintah tersebutlah yang akan kita masukkan ke dalam file rc.local nya, seperti di bawah ini :
/opt/lampp/lampp start
exit 0
Tulis setiap perintah di atas exit 0.
Jika sudah tekan tombol keyboard ctrl+o untuk save, kemudian ctrl+x untuk exit.
Restart

Cara Kedua : Melalui Startup Applications

Cara kedua kita bisa melakukannya melalui aplikasi bawaan ubuntu yaitu Startup Applications. Aplikasi ini membantu kita untuk memanajemen aplikasi apa saja yang ingin / tidak ingin kita jalankan pada saat startup.

Membuat Program Aplikasi Berjalan Otomatis Pada Saat Startup di Ubuntu

Untuk menambah startup application klik tombol Add.
Setalah itu isi kolom isi yaitu :
Name : Nautilus
Command : nautilus
Comment : Open Nautilus
 
Membuat Program Aplikasi Berjalan Otomatis Pada Saat Startup di Ubuntu

Setelah itu klik Add. Maka akan bertambah daftar Startup Application dengan title Nautilus, dan keterangan Open Nautilus.

Membuat Program Aplikasi Berjalan Otomatis Pada Saat Startup di Ubuntu

Seperti yang terlihat di atas, title-nya adalah “Nautilus”, itu adalah nama yang kita isi pada kolom Name tadi. Kemudia keterangannya adalah “Open Nautilus”, tulisan itu adalah yang kita isi pada kolom Comment tadi. Dan kolom Command itu adalah perintah yang akan diekseksi pada saat sistem operasi startup.Setelah semua langkah sudah dilakukan, sentuhan terakhir adalah restart komputer. Oh iya, bagi yang belum tahu, nautilus adalah nama aplikasi File Manager di linux.

Jenis-Jenis Kabel yang Digunakan Pada Jaringan Komputer

 Hasil gambar untuk jaringan komputer berdasarkan topologi

Kabel jaringan merupakan salah satu media transmisi yang digunakan pada jaringan komputer agar setiap komputer/perangkat yang tergabung didalamnya bisa saling berkomunikasi. Selain menggunakan kabel, terdapat juga media transmisi yang tidak menggunakan kabel yang lebih sering kita sebut wireless.
Dibandingkan media tanpa kabel, media kabel lebih memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi serta jangkauan yang lebih jauh. Dalam artikel ini, saya akan membahas jenis-jenis kabel apa saja yang ada pada jaringan komputer. Ada tiga jenis kabel yang digunakan dalam media komunikasi via Kabel, yaitu Coaxial, Twisted Pair, dan Fiber Optik.

Berikut Penjelasan Lengkap Jenis-jenis Kabel Jaringan Komputer

Kabel Coaxial

Kabel coaxial adalah jenis kabel yang terdiri atas dua penghantar di mana salah satu penghantarnya berada di tengah kabel dan dikeliling oleh penghantar satunya lagi dengan pola melingkar. Prinsip kerja Coaxial dengan cara menghantarkan arus atau sinyal listrik dari sumber ke tujuan.
Saat ini kabel jenis Coaxial sudah mulai ditinggalkan karena port untuk konektor BNC yang dipakai sudah jarang ditemukan pada perangkat komputer atau perangkat jaringan seperti switch dan router. Instalasi jaringan denga kabel coaxial sulit dan butuh keahlian esktra terutama dalam membuat atau memasang konektor.

Bagian-bagian kabel coaxial ialah sebagai berikut.
  1. Isolator luar (outer jacket) yang merupakan bagian kulit pembungkus terluar untuk melindungi seluruh bagian kabel. 
  2. Pelindung atau disebut juga grounding (barided copper shielding) yang merupakan serabut kabel terpilin bersilang yang berfungsi mengantisipasi frekuensi listrik yang tidak diinginkan. 
  3. Isolator dalam (plastic insulation) yang merupakan kulit pelapis kabel konduktor. 
  4. Konduktor (copper cunductor) merupakan inti kabel tunggal atau serabut yang berfungsi sebagai medium transmisi data.
Kabel Twisted Pair

Kabel twisted pair merupakan kabel jaringan yang didalamnya terdiri atas beberapa kabel yang saling berpasangan. Sama seperti kabel coaxial, cara kerja dari kabel Twisted Pair adalah dengan mengahantarkan arus atau sinyal listrik dari sumber ke tujuan. Kabel twisted pair ini terbagi atas jenis, yaitu STP (Shielded Twisted Pair) dan UTP (Unshielded Twisted Pair).

STP adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus tembaga/alumunium foil yang khusus dirancang untuk mengurangi gangguan elektrik. UTP adalah kabel yang terdiri dari 4 pasang kabel terpilin mirip kabel telepon.

Untuk Kabel Twisted pair sendiri jangkauannya tidak lebih jauh dari 100meter, Kecepatannya bervariasi mulai dari 10 Megabit per detik sampai 10000megabit/detik atau 10 Gigabit per detik

Kabel Fiber Optik

Tidak seperti dua kabel sebelumnya yang menggunakan tembaga sebagai media penghantarnya. Kabel fiber optik ini tebuat dari serat kaca atau plastik yang sangat tipis. Karena terbuat dari kaca, sinyal yang dikirim oleh FO ini berupa cahaya dari sumber ke tujuan.
Makanya tidak heran bila transmisi kabel ini lebih cepat dibandingkan dengan dua kabel sebelumnya. Salah satu kelemahan kabel ini adalah gangguan (noise) yang sering terjadi apabila tertekuk walaupun hanya sedikit.

Bagian-bagian kabel fiber optik adalah sebagai berikut.
  1. Pelindung kabel (cable jacket) yang merupakan bagian kulit pembungkus terluar untuk melindungi seluruh bagian kabel. 
  2. Pelindung fiber (strengthening fibers) berfungsi menjaga kabel dari benturan keras. 
  3. Lapisan plastik (coating) berfungsi menjaga kabel dari tekukan. 
  4. Lapisan tipis (cladding) berfungsi sebagai pembatas yang memuat gelombang cahaya sehingga data dapat ditransmisikan. 
  5. Fisik medium utama (core) berfungsi sebagai medium transmisi data.
Itulah beberapa jenis kabel jaringan komputer. Kabel coaxial biasanya digunakan untuk topologi bus. INstallasi CCTV juga biasanya menggunakan kabel coaxial. Jenis kabel fiber optik biasanya untuk tipe jaringan yang besar. Kabel UTP lebih cocok untuk installasi jaringan LAN.